Kampung Tingkem merupakan salah satu pemukiman penghasil kopi yang ada di dataran tinggi Gayo. Sebagian besar masyarakat di sini berpenghasilan dari kopi. Pada saat ini masyarakat sedang merayakan panen kopi di tengah pandemi Covid 19 dengan tetap menjalankan protokol kesetahan yang sudah ditetapkan oleh peraturan pemerintah.
Bencana Covid 19 ternyara berdampak signifikan pada petani saat ini harus menjerit akibat menurunnya harga kopi. Kopi merupakan salah satu mata pecaharian pokok masyarakat. Dengan anjloknya harga kopi, banyak petani mengeluh terhadap pemerintah yang dinilai tak kunjung berupaya menaikkan kembali harga kopi agar masyarakat lebih hidup yang layak.
Saat menurunya harga kopi saat ini sebagian masyrakat banyak mengalami kerugian. Sebagian besar masyarakat tidak bisa lagi memanen kopinya yang yang sudah merah. Petani pun hanya bisa mengeluh melihat kopinya merah yang berjatuhan ke tanah tanpa harus dipetik sebab harga kopi yang kian anjlok.
Petani kopi di sini beripiir lebih baik kopi itu jatuh ke tanah daripada di petik tetapi dengan harga sangat murah. Lebih baik kopi itu menjadi pupuk kembali daripada di petik dan hanya menghabiskan modal saja.
Dengan ajnloknya harga kopi banyak masyarakat Kampung Tingkem ikut untuk ujuk rasa ke kantor DPRK Kabupaten Bener Meriah guna menuntut hak mereka terhadap kenaikan harga kopi di tengah pendemi Covid 19 yang sedang melanda di seluruh dunia.
Laporan: Samadi
