Pentingnya Belajar Sastra Dalam Dunia Pendidikan

Oleh:

Wulandari Siregar

(Mahasiswi Semester II Program Study Tadris Bahasa Inggris IAIN Takengon)

Sastra adalah ungkapan ekspresi manusia berupa karya atau lisan pemikiran pemikiran, pendapat, pengalaman, hingga perasaan dalam bentuk yang imajinatif, cerminan nyata atau data asli yang dibalut dalam kemasan estetis melalui media bahasa.

Mengapa bentuknya dapat berupa wujud atau justru data secara bersamaan? Karena terdapat jenis Sastra non-imajinatif atau non-fiksi. Kategori ini mengambil data nyata berupa berita atau sejarah, lalu mengemasnya dalam tulisan estetis agar lebih menggugah pembacanya.

Sastra itu dapat berupa kisah rekaan melalui pengalaman batin (pemikiran dan imaginasinya), maupun pengalaman empirik (sebuah potret kehidupan nyata dari sang penulis atau realita yang terjadi di
sekitarnya) dari sang pengarang.

Sastra memiliki fungsi yang beragam dalam kehidupan manusia. mengungkapkan bahwa beberapa fungsi sastra, yaitu fungsi hiburan, pendidikan, keindahan, moral, dan religius. Karya ini tidak hanya memberikan perasaan senang kepada pembaca, namun memberikan pendidikan juga melalui nilai-nilai ekstrinsik yang terkandung di dalamnya.

Jenis-jenis sastra, terdiri atas:
Sastra Imajinatif
Sastra imajinatif adalah sastra yang berupaya menerangkan, menjelaskan, memahami, membuka pandangan baru, dan memberikan makna realitas kehidupan agar manusia lebih mengerti dan menyatakan yang semestinya terhadap realitas kehidupan.

Sastra Non-imajinatif
Sastra non-imajinatif memiliki beberapa ciri yang mudah membedakannya dengan sastra imajinatif. Setidaknya terdapat dua ciri yang berkenaan dengan sastra tersebut. Pertama, dalam karya sastra tersebut, tidak faktualnya lebih menonjol di khayalinya.

Kedua, bahasa yang digunakan cenderung denotatif dan meskipun muncul konotatif, kekonotatifan tersebut tergantung pada gaya yang dimiliki pengarang. Persamaannya, baik sastra imajinatif maupun non-imajinatif, memuaskan sama-sama memenuhi estetika seni kesatuan = keutuhan, keseimbangan = keseimbangan, harmoni = keselarasan, dan penekanan kanan = pusat kontrol suatu unsur.

Pembelajaran sastra sangat penting terlebih dahulu pada jenjang Pendidikan Sekolah Dasar, karena di dalam pembelajaran sastra tersebut terdapat beberapa aspek humaniora yang dapat mengasah kepekaan sosial, ketajaman watak, serta dengan belajar sastra, seseorang dapat belajar bagaimana cara mengharagai karya-karya orang lain, karena pada sastra dapat membantu seseorang lebih memahami kehidupan dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan.

One thought on “Pentingnya Belajar Sastra Dalam Dunia Pendidikan”

  1. Mendukung penuh, 100%, dimasukkannya sastra ke dalam kurikulum. Semoga bisa berkontribusi dalam menambah literasi anak Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *