Menikmati Alam Sambil Menjaga Ekosistem di Damaran Baru Covillage

Sejuk indah segar dan membuat mata tidak berkedip saat berkunjung. Itulah sebuah kawasan yang berbatasan dengan hutan penyangga Gunung Burni Telong yaitu Kampung Damaran Baru Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah.

Peristiwa banjir bandang pernah menimpa kampung ini pada tahun 2015. Meski sempat membuat warga terpukul, namun kejadian tersebut membuat warga sadar atas pentingnya menjaga hutan. Dengan kesadaran ini membuat masyarakat mulai melakukan penjagaan dan pengawasan rutin dengan melakukan patroli di kawasan kaki Gunung Burni Telong yang sudah diberi izin oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan seluas 251 Ha.

Pada kegiatan ini para perempuan dan pemuda melakukan patroli selama 5 hari dalam seminggu dengan menentukan pemasangan tapal batas, papan imbauan, pendataaan terhadap flora dan fauna, pendataan terhadap perubahan yang terjadi, penanaman pohon kembali di hutan lindung, serta usaha lainnya yang bertujuan untuk menyelamatkan hutan.

Menurut Badrun dari Tim Ranger Perlindungan Perawatan dan Pengawasan Hutan Damaran Baru, dampak kegiatan ini ialah menjadikan hutan terjaga, sumber kehidupan tetap terlindungi, sumber air tetap terawasi, hutan menjadi hijau kembali, serta potensi yang ada di dalam hutan tetap terjaga dari kerusakan yang disebabkan oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab.

Dari kegiatan ini  lahirlah Damaran Baru Covillage sebagai objek ekowisata baru yang dapat dikunjungi oleh para pecinta keindahan alam, baik bagi warga sekitar bahkan wisatawan dari mancanegara.

“Para pengunjung dapat melihat keindahan hutan yang yang dilindungi, air terjun yang indah dengan air yang begitu segar, melihat keindahan flora yang membuat mata menjadi tidak pernah bosan untuk melihatnya. Begitu juga suara kicauan yang terdengar begitu merdu ketika menjelajahi hutan ini,” jelas Badrun.

Bagi pengunjung yang ingin berkunjung ke tempat ini cukup dengan membayar 200/orang saja untuk mendapat izin mendaki dan menginap satu malam dengan mendapatkan 1 bibit pohon untuk menjadi kenangan yang ditinggal di kaki Gunung Burni Telong yang didampingi oleh Tim Woman Ranger.

Laporan: Hermawansyah Putra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *