Di sebuah rumah kecil yang sederhana, Linda, seorang gadis muslimah berusia 20 tahun, memijat pundak seorang kliennya. Wajahnya tenang, tangannya terampil meredakan pegal linu. Namun di balik ketenangan itu, tersimpan beban beratkehidupan yang dipikulnya seorang diri.
Linda yatim piatu. Kedua orang tuanya meninggal dalam musibah tsunami beberapa tahun lalu. Ia tumbuh besar di pantiasuhan, namun setelah lulus SMA, ia terpaksa keluar karena keterbatasan dana panti. Tanpa sanak saudara yang dapat diandalkan, linda pun harus berjuang sendiri untuk bertahan hidup.
Ia memilih menjadi terapis pijat panggilan. Sebuah pekerjaan yang dianggap tabu oleh sebagian masyarakat. Namun, bagi linda ini adalah satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia selalu menjaga kesopanan dan kehormatan dirinya sebagai seorang muslimah. Ia berpakaian sopan, selalu berdoa sebelum dan sesudah bekerja serta menjaga adab dalam melayanikliennya.
Linda selalu berpuasa sunnah di hari Senin dan Kamis. Memohon petunjuk dan kekuatan dari Allah SWT. Ia membaca Al-Quran setiap malam, mencari ketenangan dan hiburan di tengah kesendiriannya. Ia juga menyisihkan sebagian penghasilannya untuk bersedekah kepada anak yatim di panti asuhan tempat ia pernah tinggal.
Meskipun hidup sendiri dan menghadapi berbagai tantangan, Linda tidak pernah kehilangan semangatnya. Ia bertekad untuk terus berjuang dan meraih cita-citanya, yaitu membuka usaha pijat tradisional yang halal dan syar’i.
Ia percaya bahwa dengan keimanan dan kerja keras, Allah SWT akan selalu memberi jalan keluar dan rezeki yang cukup. Kisah Linda adalah sebuah bukti bahwa seorang gadis muslimah yang sebatang kara dapat tetap tegar dan berjuang untuk hidupnya dengan tetap memegang teguh nilai-nilai agama.
Reporter: Milawati
