Mahasiswa KKN IAIN Takengon Desa Pondok Ulung Ikut Serta dalam Mengajar di TKA, TPA, dan TQA

Redelong – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Takengon tahun 2022 ikut serta dalam kegiatan belajar mengajar santri TKA, TPA, dan TQA Darul Hasanah Desa Pondok Ulung, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah. Kamis (17 Maret 2022)

Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari senin sampai dengan hari kamis, dan dimulai dari pukul 16:00 WIB s/d 17:30 WIB.

Kegiatan TPA Darul Hasanah ini dibuka sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak dalam rangka meningkatkan ketakwaan anak usia dini untuk belajar membaca Al-Qur’an, terutama dalam pengetahuan anak-anak setempat terhadap ilmu keagamaan.

Terdapat 3 pembagian pembelajaran untuk santri TPA Darul Hasanah. Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an atau biasa disebut dengan TKA dikhususkan untuk anak-anak yang baru belajar Iqro’, biasanya dimulai dari Iqro’ 1 sampai Iqro’ 3. Kemudian tingkat ke-2 yaitu TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) dimulai dari Iqro’ 4 sampai Iqro’ 6. Dilanjutkan untuk anak-anak yang sudah belajar Al-Qur’an ditempatkan dikelas TPQ (Ta’limul Qur’an Lil Aulad).

Adapun kegiatan tambahan yang menjadi aktivitas untuk santri dan santriwati dalam mengembangkan kreativitas para peserta didik yaitu belajar menulis kembali ayat yang sudah dibacakan, membaca do’a sebelum belajar, membaca do’a sehari-hari, dan menghafal surah lendek beserta artinya.

“Kegiatan tambahan yang dilaksanakan setiap hari kamis, yaitu para santri dan santriwati diminta untuk belajar praktek sholat, Muhadaroh, dll. Selain itu TPA ini juga sudah menerapkan Kurikulum yang resmi,” ucap Ustadzah Seridarni, selaku Kepala TPA Darul Hasanah. (Senin, 14/03/2022)

Dalam hal ini, Ardi Muhaimin selaku Ketua Kelompok Mahasiswa KKN Desa Pondok Ulung, mendukung penuh adanya kegiatan ini.

“Kita semua tau bahwa ini adalah jamannya teknologi. Kini teknologi bukan hanya digunakan oleh orang tua saja, akan tetapi tingkat anak- anak sederajat juga sudah meraba. Jika pemahaman Al-Qur’an tidak ditanamkan sejak dini pada anak, hal ini dapat mempengaruhi kurangnya kecintaan anak terhadap Al-Qur’an dibandingkan teknologi modern.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memunculkan anak muda yang paham dan cinta Al-Qur’an. Sehingga dapat menciptakan hafiz dan hafizah putra/i daerah Desa Pondok Ulung sendiri,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *