Tawar Miko merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah. Warga Desa Tawar Miko sebahagian besar bekerja sebagai petani kopi dan selebihnya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil dan pedagang.
Kepala Desa Tawar Miko Tuah Aramiko mengutarakan, kondisi demografis Desa Tawar Miko meliputi jumlah penduduk mencapai 350 jiwa, dengan jumlah laki-laki 177 jiwa dan jumlah perempuan 183 jiwa. Jumlah KK adalah 92 KK yang tersebar dalam 3 dusun, yaitu Sara Ate, Sara Rasa dan Arami.
“Desa ini merupakan salah satu perkampungan yang terletak di lembah pusat Kecamatan Kute Panang dengan luas wilayah 1.100 meter x 950 meter,” ungkapnya. ”
Tawar Miko menjadi salah satu desa penghasil kopi di Kabupaten Aceh Tengah, yang juga menjadi Kabupaten penghasil kopi di Indonesia. Jenis kopi jensi kopi yang dihasilkan masyarakat setempat yaitu Robusta dan Arabica.
Wabah Covid-19 yang menyerang penduduk dunia pada akhir Desember 2019 ternyata juga berdampak bagi bagi ekonomi di Kampung Tawar Miko. Hal ini menyebabkan harga kopi petani pun menjadi menurun derastis.
“Sekarang harga kopi turun, tidak seperti dulu. Sejak Covid-19, kopi tidak bisa dijual keluar negeri,” ungkap petani setempat, Abdul Malik.
“Kopi sekarang harganya satu kaleng 60 hingga 70 ribu. Kalau satu bambu sekarang harganya 7 ribu. Tidak tahu sampai kapan harga kopi bisa seperti semula lagi,” keluhnya.
Abdul Malik berharap Pemerintah dapat memberikan solusi terbaik bagi petani kopi dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka.
“Dengan cara memperbaiki harga kopi seperti semula, kita yakin tingkat pembelian kopi pun akan menjadi semakin baik,” pungkasnya.
Laporan: Fitra Mahliga
